::: FrOm ZeRo To HeRo :::
30 August 2006
Oleh2 dari Friendster, gak tau ni BulBo sapa... tp asyik juga buat renungan.
zzzZZZZZzzz
Delapan kebohongan bunda...
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir
sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga
yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali
kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan
porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi
ke
mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, ibu tidak
lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG
PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh lebih besar, ibu yang
gigih
sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi
memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari
ikan hasil pancingan bisa memberikan sedikit makanan
bergizi untuk petumbuhanku. Sepulang memancing, ibu
akan memasak ikan yang segar dan mengundang selera.
Sewaktu aku memakan ikan itu, ibu duduk disampingku
dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di
tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang
aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hatiku juga
tersentuh, lalu aku memberikan ikanku kepada ibuku.
Tetapi ibu dengan cepat menolaknya sambil berkata :
"Makanlah nak, ibu tidak suka makan ikan" ----------
KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Ketika aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah
abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk
membawa sejumlah makanan untuk dititipkan, dan dari
hasil titipan itu membuahkan sedikit uang untuk
menutupi kebutuhan hidup. Di tengah malam tiba, aku
bangun dari tempat tidurku, dan melihat ibu masih
memasak makanan yang akan dititipkan besok,
dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya. Aku
berkata :"Ibu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus
kerja di sawah." Ibu tersenyum dan berkata: "Cepatlah
tidur nak, ibu tidak capek"---------- KEBOHONGAN IBU
YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu sementara berhenti kerja
supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari
sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu
yang
tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik
matahari
selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng
berbunyi,
menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan
segera
menyambutku dan menuangkan teh yang sudah
disiapkan
dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu
kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih
sayang
yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri
peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu
sambil menyuruhnya minum. Ibu
berkata :"Minumlah
nak, ibu tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU
YANG
KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang
malang
harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan
berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus
membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan
keluarga kami pun semakin susah dan susah.
Tiada
hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga
yang
semakin parah, ada seorang paman yang baik hati
yang
tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik
masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga
yang ada
di sebelah rumah melihat kehidupan kami yang
sengsara,
seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi.
Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak
mengindahkan nasehat mereka, ibu
berkata : "Saya tidak
butuh cinta"
----------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya
sudah
tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua
sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia
rela
untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan
sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota
sering
mengirimkan sedikit uang untuk membantu
memenuhi
kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau
menerima uang tersebut. Ibu berkata : "Ibu masih
punya
uang"
----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke
S2 dan kemudian memperoleh gelar master di
sebuah
universitas ternama berkat sebuah beasiswa di
sebuah
perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di
perusahaan
itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku
bermaksud
membawa ibuku untuk menikmati hidup yang lebhi
dari
biasa. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak
mau merepotkan anaknya, ia berkata
kepadaku "Ibu
tidak terbiasa" ----------KEBOHONGAN IBU YANG
KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena
penyakit komplikasi dan harus dirawat di rumah
sakit.
Aku yang berada jauh di seberang samudra
langsung
segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta.
Aku
melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya
setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat
tua, menatap aku dengan penuh kerinduan.
Walaupun
senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak
kaku
karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas
betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku
sehingga
ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku menatap
ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit
sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini.
Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan
menangis
anakku, Ibu baik-baik saja" ----------KEBOHONGAN
IBU
YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang
kedelapan,
ibuku tercinta menutup matanya untuk yang
terakhir
kalinya.
Rem:
Sudah berapa lamakah kita tidak berkomunikasi
dengan
ayah ibu kita?
Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan
waktu
kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di
tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita
selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk
meninggalkan
ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan
ayah dan ibu yang ada di rumah. Malah kadang jika
dibandingkan dengan rekan kita, kita pasti lebih
peduli dengan rekan kita. Namun, apakah kita
semua
pernah mencemaskan kabar dari orang tua kita?
Cemas
apakah mereka sudah makan atau belum? Cemas
apakah
mereka sudah bahagia atau belum? Apakah ini
benar?
Kalau ya, mari kita renungkan kembali lagi... Di
waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk
membalas
budi mereka, mari lakukanlah yang terbaik. Jangan
sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.
I Love You Mom and Dad
Back
zzzZZZZZzzz
Delapan kebohongan bunda...
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir
sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga
yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali
kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan
porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi
ke
mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, ibu tidak
lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG
PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh lebih besar, ibu yang
gigih
sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi
memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari
ikan hasil pancingan bisa memberikan sedikit makanan
bergizi untuk petumbuhanku. Sepulang memancing, ibu
akan memasak ikan yang segar dan mengundang selera.
Sewaktu aku memakan ikan itu, ibu duduk disampingku
dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di
tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang
aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hatiku juga
tersentuh, lalu aku memberikan ikanku kepada ibuku.
Tetapi ibu dengan cepat menolaknya sambil berkata :
"Makanlah nak, ibu tidak suka makan ikan" ----------
KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Ketika aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah
abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk
membawa sejumlah makanan untuk dititipkan, dan dari
hasil titipan itu membuahkan sedikit uang untuk
menutupi kebutuhan hidup. Di tengah malam tiba, aku
bangun dari tempat tidurku, dan melihat ibu masih
memasak makanan yang akan dititipkan besok,
dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya. Aku
berkata :"Ibu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus
kerja di sawah." Ibu tersenyum dan berkata: "Cepatlah
tidur nak, ibu tidak capek"---------- KEBOHONGAN IBU
YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu sementara berhenti kerja
supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari
sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu
yang
tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik
matahari
selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng
berbunyi,
menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan
segera
menyambutku dan menuangkan teh yang sudah
disiapkan
dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu
kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih
sayang
yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri
peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu
sambil menyuruhnya minum. Ibu
berkata :"Minumlah
nak, ibu tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU
YANG
KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang
malang
harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan
berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus
membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan
keluarga kami pun semakin susah dan susah.
Tiada
hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga
yang
semakin parah, ada seorang paman yang baik hati
yang
tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik
masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga
yang ada
di sebelah rumah melihat kehidupan kami yang
sengsara,
seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi.
Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak
mengindahkan nasehat mereka, ibu
berkata : "Saya tidak
butuh cinta"
----------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya
sudah
tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua
sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia
rela
untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan
sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota
sering
mengirimkan sedikit uang untuk membantu
memenuhi
kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau
menerima uang tersebut. Ibu berkata : "Ibu masih
punya
uang"
----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke
S2 dan kemudian memperoleh gelar master di
sebuah
universitas ternama berkat sebuah beasiswa di
sebuah
perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di
perusahaan
itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku
bermaksud
membawa ibuku untuk menikmati hidup yang lebhi
dari
biasa. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak
mau merepotkan anaknya, ia berkata
kepadaku "Ibu
tidak terbiasa" ----------KEBOHONGAN IBU YANG
KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena
penyakit komplikasi dan harus dirawat di rumah
sakit.
Aku yang berada jauh di seberang samudra
langsung
segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta.
Aku
melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya
setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat
tua, menatap aku dengan penuh kerinduan.
Walaupun
senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak
kaku
karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas
betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku
sehingga
ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku menatap
ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit
sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini.
Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan
menangis
anakku, Ibu baik-baik saja" ----------KEBOHONGAN
IBU
YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang
kedelapan,
ibuku tercinta menutup matanya untuk yang
terakhir
kalinya.
Rem:
Sudah berapa lamakah kita tidak berkomunikasi
dengan
ayah ibu kita?
Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan
waktu
kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di
tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita
selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk
meninggalkan
ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan
ayah dan ibu yang ada di rumah. Malah kadang jika
dibandingkan dengan rekan kita, kita pasti lebih
peduli dengan rekan kita. Namun, apakah kita
semua
pernah mencemaskan kabar dari orang tua kita?
Cemas
apakah mereka sudah makan atau belum? Cemas
apakah
mereka sudah bahagia atau belum? Apakah ini
benar?
Kalau ya, mari kita renungkan kembali lagi... Di
waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk
membalas
budi mereka, mari lakukanlah yang terbaik. Jangan
sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.
I Love You Mom and Dad
Back
:: ditulis oleh Akhmad Arif, 10:25:00 pm
| link
| 0 comments
|
26 August 2006
Speedy Untuk Negeriku ....

Numpang promo ah... Sapa tau bakat marketing Speedy hehehehe... Buat warga Soerabaia yg pengin akses internet di rumah... mumpung lagi promo Free Modem buat pelanggan... buruan aja imel ke arief_linksys@telkom.net
:: ditulis oleh Akhmad Arif, 5:35:00 pm
| link
| 0 comments
|
URL nemu di wikipedia.org
Bingung nyari2 referensi buat belajar networking... masuk ke wikipedia aja. Sapa tau ada banyak free tutorial yang siippp buat belajar para pemula, like me !!!
La kok malah nemu website nya para bakul hardware networ, ya wes lah gpp...
Gara2 buku catatan kecil ilang, jadi males nulis2, so... pastedi blog aja. Ntar kalo pas butuh ga usah bingung 2 lagi nyari URL pedagang modem tsb hhehehe....
* 2Wire (www.2wire.com)
* 3Com (www.3com.com)
* Adtran (www.adtran.com)
* Alcatel (www.alcatel.com)
* Apple Computer (termed 'AirPort Base Stations')
* Asus (www.asus.com)
* Belkin (www.belkin.com)
* Buffalo Technology (www.buffalotech.com)
* Billion (www.billion.com)
* CANYON (www.canyon-tech.com)
* CISCO SYSTEMS, INC. (www.cisco.com)
* Cyclades Corporation (www.cyclades.com)
* D-Link Systems (www.dlink.com)
* Draytek (www.draytek.com)
* Enterasys Networks (www.enterasys.com)
* Extreme Networks (www.extremenetworks.com)
* Funkwerk Enterprise Communications GmbH (www.bintec.net)
* Foundry Networks (www.foundrynet.com)
* Hawking Technologies (www.hawkingtech.com)
* Hewlett-Packard (www.hp.com)
* Huawei Technologies (www.huawei.com)
* ImageStream (www.imagestream.com)
* Juniper Networks (www.juniper.net)
* Lightning MultiCom (www.lightning.ch)
* LINKSYS (www.linksys.com)
* Lucent Technologies (www.lucent.com)
* Mikrotik (www.mikrotik.com)
* Motorola (www.motorola.com)
* MRV Communications (www.mrv.com)
* NetComm (www.netcomm.com)
* NETGEAR (www.netgear.com)
* Nortel (www.nortel.com)
* PacketFront (www.packetfront.com)
* Pivotal Networking (global.acer.com)
* Redback Networks (www.redback.com)
* Siemens AG (www.siemens.com)
* SMC Networks (www.smc.com)
* Tellabs (www.tellabs.com)
* U.S. Robotics (www.usr.com)
* Zoom Telephonics (www.zoom.com)
* Trendware (www.trendware.com)
* ZyXEL (www.us.zyxel.com)
Udah baca??
Udah copy paste???
Bilang makasih donkkkk !!!! hehehhe.... ;p
La kok malah nemu website nya para bakul hardware networ, ya wes lah gpp...
Gara2 buku catatan kecil ilang, jadi males nulis2, so... pastedi blog aja. Ntar kalo pas butuh ga usah bingung 2 lagi nyari URL pedagang modem tsb hhehehe....
* 2Wire (www.2wire.com)
* 3Com (www.3com.com)
* Adtran (www.adtran.com)
* Alcatel (www.alcatel.com)
* Apple Computer (termed 'AirPort Base Stations')
* Asus (www.asus.com)
* Belkin (www.belkin.com)
* Buffalo Technology (www.buffalotech.com)
* Billion (www.billion.com)
* CANYON (www.canyon-tech.com)
* CISCO SYSTEMS, INC. (www.cisco.com)
* Cyclades Corporation (www.cyclades.com)
* D-Link Systems (www.dlink.com)
* Draytek (www.draytek.com)
* Enterasys Networks (www.enterasys.com)
* Extreme Networks (www.extremenetworks.com)
* Funkwerk Enterprise Communications GmbH (www.bintec.net)
* Foundry Networks (www.foundrynet.com)
* Hawking Technologies (www.hawkingtech.com)
* Hewlett-Packard (www.hp.com)
* Huawei Technologies (www.huawei.com)
* ImageStream (www.imagestream.com)
* Juniper Networks (www.juniper.net)
* Lightning MultiCom (www.lightning.ch)
* LINKSYS (www.linksys.com)
* Lucent Technologies (www.lucent.com)
* Mikrotik (www.mikrotik.com)
* Motorola (www.motorola.com)
* MRV Communications (www.mrv.com)
* NetComm (www.netcomm.com)
* NETGEAR (www.netgear.com)
* Nortel (www.nortel.com)
* PacketFront (www.packetfront.com)
* Pivotal Networking (global.acer.com)
* Redback Networks (www.redback.com)
* Siemens AG (www.siemens.com)
* SMC Networks (www.smc.com)
* Tellabs (www.tellabs.com)
* U.S. Robotics (www.usr.com)
* Zoom Telephonics (www.zoom.com)
* Trendware (www.trendware.com)
* ZyXEL (www.us.zyxel.com)
Udah baca??
Udah copy paste???
Bilang makasih donkkkk !!!! hehehhe.... ;p
:: ditulis oleh Akhmad Arif, 4:27:00 pm
| link
| 0 comments
|